Pada perdagangan timah harga timah melesat pada pagi menjelang siang hari dan mampu menembus all time high (ATH) yang termasuk harga level tertinggi sepanjang  masa.

Bagaimana Prospek Harga Timah?

Pada bulan 12 Januari 2022 lalu harga timah tercatat sebesar US$ 40.995/ton. Harga ini melesat sebesar 1,35% dibanding dengan harga penutupan kemarin. Lalu, apa yang menyebabkan harga timah melesat?

Banyaknya produsen timah terbesar di dunia, yaitu China, sebagian besar menghentikan produksinya. Hal tersebut dikarenakan adanya pemeliharaan seta jelang olimpiade pada musim dingin dan juga imlek pada bulan Februari.

Produksi timah yang berhenti ini akan mengurangi pasokan pada pasar sehingga mengakibatkan harga timah yang terus mendorong. Meski demikian di tahun 2022 ini diprediksi harga timah akan tetap menguat mengingat China merupakan produsen timah olahan terbesar di dunia dengan jumlah produksi 202.900 ton.

Sementara Bank Dunia memprediksi harga timah akan lebih rendah, yaitu sebesar 0,06% atau dari harga rata-rata yaitu US$ 31.000/ton dibanding dengan harga timah tahun lalu, yaitu sebesar US$ 31. 172/ton.

Jika dilihat dari pasokan, pertumbuhan permintaan akan mendorong peningkatan investasi untuk terus memproduksi timah dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga pasokan di pasar terus meningkat.

Tidak hanya itu saja, pada tahun 2022 ini diprediksikan juga banyak negara yang akan mengurangi stimulus moneter yang dapat berdampak pada uang yang terdapat pada pasar atau likuiditas.